Sabtu, 19 Juli 2008

Mengisi Magazine Dengan Film

ELEMEN KOMPETENSIKRITERIA UNJUK KERJA

01 Mengisi dan memelihara batery selama pembuatan file

1.1. Dipastikan bahwa sumber tenaga cukup dan tersedia.

1.2. Alat pengisi dipastikan sesuai dengan batery yang digunakan.

1.3. Pengisian batery dengan aman menurut rekomendasi perusahaan.

1.4. Batery yang sudah diisi dipelihara untuk memenuhi syarat pengambilan gambar.

1.5. Pemberian label batery menurut setatusnya.

02 Mengkoordinasikan stok film dan peralatan yang digunakan untuk pembuatan film

2.1. Koordinasi dengan personil yang terkait.

2.2. Kepastian jadwal pembuatan film dan rasiopersonil yang relevan.

2.3. Pemilihan stok film yang benar dan peralata lain untuk meyakinkan bahwa stok ada dalamjumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jadwal produksi.

2.4. Kelengkapan stok yang diperlukan dan yakinkan adanya waktu pengambilan film.

2.5. Kepastian stok film dan nomer golongan ‘batch’ cocok dengan persyaratan.

2.6. Pencatatan dengan cermat pencampuran kelompok dan jumlah strip.

2.7. Penyimpanan dan pengepakan stok film untukmenghindari kerusakan dan lindungi terhadap bahaya lingkungan.

2.8. Labelisasi kaleng film dengan cermat.

2.9. Pemantauan stok mengenai tanggal kedaluwarsanya.

2.10. Dokumentasi catatan stok dengan cermat dan dapat dibaca.

2.11. Pelengkapan lembar laporan kamera dengan cermat, terbaca dan sesuai dengan skedul.

2.12. Dokumentasi dan pengelompokkan stok yang digunakan selama produksi.

2.13. Pemantauan stok dan pemberitahuan pada personil yang relevan untuk meyakinkanbahwastok masih tersedia cukup selama produksi.

03 Menyimpan magazindengan film

3.1. Pemeriksaan magazin untuk menyakinkan bahwa magazin tahan terhadap sinar dan masih dapat dioperasikan sebelum disimpan.

3.2. Pembersihan magazin film dan dipastikan magazin bersih sebelum disimpan.

3.3. Dipastikan bahwa ruang/tas penyimpan tahan sinar dan bahwa pencampuran sisi film dapatdikenali di tas atau ruang anti cahaya.

3.4. Identifikasi stok dan nomer kelompok film dengan benar sebelum diikat dan disimpan

3.5. Penggunaan tanda ujung selama pengambilan gambar untuk menghindari tindakan berakibatsia-sia.

3.6. Perhatikan sumber, baca dan pahami buku panduan dan melakukan penjilidan bilamanaperlu.

3.7. Labelisasi magazin dengan mempertimbangkankerugian terhadap kondisi cuaca, bahayalingkungan dan prosedur penanganan yang benar.

3.8. Pengurutan sejumlah magazin untuk keperluan persyaratan pembuatan film.

3.9. Perhatian terhadap masalah dan kerusakan dan dilakukan tindakan perbaikan yang sesuai.

3.10. Pelengkapan dokumen dan dipastikan dokumencermat dan dapat dibaca.

4.Memasang magazin pada kamera

4.1. Bersihkan kamera untuk memastikan kamera bebas debu, pasir dan benda asing lainnya dan periksa semua fungsi dapat dioperasikansebelum menampilkan film.

4.2. Simpan magazin yang sudah dipasang padakamera yang diperlukan.

4.3. Pemasangan kamera dengan memberi perhatianpada kerugian karena cuaca, bahaya lingkungandan prosedur penanganan untuk menghindarikerugian selama pengikatan.

4.4. Koordinasi terus menerus dengan personil yang relevan dan pahami dan pastikan persyaratanfilm selama pembuatan film.

05 Melepas film dari magazin

5.1. Dipastikan ruang penyimpan/tas anti cahaya.

5.2. Pemilihan jenis dan ukuran kaleng film untuk penyimpanan digudang dan transportasi filmyang ditayangkan.

5.3. Penyimpanan film dan labelisasi kaleng film, dengan memberi pertimbangan pada kerugianakibat cuaca, bahaya lingkungan dan prosedur penanganan yang benar untuk menghindari kerusakan selama pengoperasian.

5.4. Penggunaan isolatip pada kaleng film dengan aman untuk melindungi dari cahaya.

5.5. Pembersihan magazin film dan dipastikan magazin bersih sebelum disimpan.

06 Menyiapkan dan mengirim film sebelum proses

6.1. Koordinasi dengan personil terkait dan pastikan persyaratan alur waktu selama proses dan pengembalian film.

6.2. Pencatatan kelompok film dan jumlah strip.

6.3. Penggabungan dengan jelas dan cermat laporan dan dokumen khususnya laporan film gambar.

6.4. Pengiriman film ke lab yang masih dalam batas tanggal untuk segera diproses.

6.5. Pemberian instruksi pemrosesan dengan jelas pada lab untuk meyakinkan bahwa prosesdilakukan menurut batas tanggal perusahaan.

6.6. Kepastian dan pertimbangan kemampuan lab untuk memenuhi batas tanggal jadwal produksi.

6.7. Informasi kepada personil yang relevan tentang harapan terhadap film yang diproses sesuaidengan urutan waktu.

BATASAN VARIABEL

1. Lingkungan dimana multi kamera televisi digunakan meliputi:

1.1. Pada lokasi - interior

1.2. Pada lokasi - eksterior

1.3. Pada siang hari

1.4. Pada malam hari

2. Pengambilan gambar meliputi:

2.1. Penggunaan kamera tunggal

2.2. Penggunaan kamera multi

3. Jenis - jenis produksi meliputi:

3.1. Feature film

3.2. Dokumentasi

3.3. Film pendek

3.4. Produksi .5. Iklan3.6. Peristiwa atau kemampuan yang difilmkan4. Jenis-jenis film meliputi:4.1. Warna4.2. Stok film4.3. Hitam putih4.4. Stok mundur5. Persyaratan penyimpanan meliputi:5.1. Ruang Gelap5.2. Tas Pengganti6. Dokumentasi meliputi:6.1. Permintaan stok6.2. Laporan stok6.3. Laporan Kesalahan6.4. Label kaleng film6.5.Label magazin film6.6. Instruksi proses lab6.7. Jadwal produksi6.8. Laporan klise gambar7. Laporan dapat :7.1. Dibuat dengan komputer7.2. Ditulis tangan8. Pengetesan kamera meliputi :8.1. Pengecekan panjang tempat ukuran8.2. Jalur film dan akurasi pengikatan8.3. Pelurusan ikatan8.4. Perputaran lambat dan perputaran cepat9. Personel yang terkait meliputi:9.1. Supervisor9.2. Kepala bagian9.3. Pengarah fotografi9.4. Sutradara9.5. Operator kamera9.6. Penarik fokus99.7. Pengarah teknik9.8. Staf teknik lain9.9. Staf spesialis lain9.10. Staf labPANDUAN PENILAIAN1. Pengetahuan dan keterampilan penunjangPenilaian harus meliputi bukti pengetahuan utama dan keterampilan dalambidang-bidang berikut:1.1. Jenis film dan karakternya – hitam dan putih/ warna, kepekaan cahaya,misalnya kecepatan dan ruang gerak, persyaratan temperatur.1.2. Perbedaan format film dan kegunaannya.1.3. Prinsip penanganan film dan penyimpanannya.1.4. Prosedur pengendalian stok, khususnya berkaitan dengan jenis-jenisbarang yang mudah rusak.1.5. Efek cahaya pada film yang tidak ditayangkan dan yang ditayangkan.1.6. Ragam peralatan kamera.1.7. Kompatibilitas jenis film pada peralatan kamera.1.8. Pengertian prinsip fotografi secara luas seperti penayangan, hubungantonal, sumber cahaya, keseimbangan dan warna temperatur dankompensasi.1.9. Pengertian proses pengoperasian lab secara luas.1.10. Prinsip pengaturan waktu dan koordinasi fungsi pekerjaan pada skedulkerja yang ketat.2. Konteks2.1. Penilaian dapat terjadi pada pekerjaan, diluar pekerjaan atau campurankeduanya. Tetapi, penilaian pada unit ini akan sangat efektif dilakukanpada pekerjaan sebab adanya persyaratan lingkungan kerja yangspesifik.2.2.Penilaian diluar kerja harus dilakukan pada lingkungan kerja yangmendekati tempat kerja yang disimulasikan mendekati tempat kerja.2.3. Metode penilaian harus meliputi pengamatan kemampuan selamapraktek demo. Pengamatan langsung memerlukan kejadian lebih darisatu untuk menetapkan konsistensi kemampuan. Serangkaian metodeuntuk mengakses penerapan pengetahuan pendukung utama harusmenyokong dan mungkin meliputi :2.3.1. Contoh kerja atau kegiatan kerja yang disimulasikan2.3.2. Pertanyaan lesan/wawancara2.3.3. Proyek/laporan/buku catatan kemajuan2.3.4. Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya2.3.5. Bukti penilaian3. Aspek penting penilaianKarena persyaratan utama dalam koordinasi stok video adalah koordinasidokumen, penilaian seharusnya memberi perhatian pada produksi serangkaiandokumen yang relevan yang meliputi :3.1. Pemberian label kaleng film yang ditayangkan Stok rekaman3.2. laporan klise gambar3.3. Catatan manajemen produksi3.4. Catatan stok4. Kaitan dengan unit-unit lainnya4.1 Keterkaitan unit kompetensi untuk penilaian akan bervariasi denganproject atau scenario tertentu. Unit ini penting untuk suatu rangepelayanan teknologi Informasi dan oleh karena ituu harus dinilai secarakeseluruhan dengan unit technical/support.4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit iniperlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum,institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkanserangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektortertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektortertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhikebutuhan sektor tersebut.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda